Sabtu, 24 September 2011

SARJANA ASLI TAPI PALSU

Fenomena ini sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan berbagai  oknum yang menawarkan
Mulai dari PNS, Pegawai Biasa ataupun Makelar- makelar  Ijasah lainnya.
dan yang paling luar biasa adalah banyak dari pada  pengguna Ijasah ini adalah mereka-mereka yang hanya lulus SMA bahkan Paket C , bahkan Guru-guru PNS yang inngi di sertivikasi sekalipun dalam waktu yang relative singkat  hanya perlu satu sampai dua minggu mereka sudah bisa menyandang Sarjana pendidikan  (SP.d) tentunya dengan membayar dengan sejumlah uang mulai dari  6 s/d 7 juta.
ijazah Instan ini telah beredar luas di masyarakat dan menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan. Sindikat Makelar ijazah Instan ini menggunakan nama salah satu perguruan tinggi di Kota  Manado  yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Ibu  Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menghasilkan calon guru. “Pemilik ijazah Instan ini tidak memiliki kompetensi mengajar di sekolah. Sehingga akan berdampak pada kualitas anak didik. Ini sudah sangat mengkhawatirkan dan butuh perhatian semua pihak,”.
Penggunaan ijazah Instan ini, diduga turut diketahui oleh Beberapa Oknum PNS setempat Namun, tidak dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga semakin menyuburkan peredaran ijazah Instant “Oknum PNS ini  tentu saja tahu kalau ada guru di beberapa sekola menggunakan ijazah Instant. Mereka bisa mendeteksi kapan guru itu kuliah. Selain itu, dampak dari ijazah palsu ini akan muncul budaya gampangan sehingga masyarakat memilih jalan pintas tanpa menempuh pendidikan di kampus. “Di samping itu juga berdampak pada alumni Universitas Lainya. Kesempatan alumni Universitas Lainya  untuk menjadi PNS diambil alih oleh mereka yang menggunakan ijazah Instant,” untuk itu kami  menyarankan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengeluarkan regulasi tentang klarifikasi ijazah sebelum pengangkatan calon pegawai negeri sipil di kabupaten dan kota. Dan menindak tegas  baik pelaku dan pengguna Ijasah Instan tersebut karena hal ini sangat –sangat merugihkan semua pihak dalam hal ini masyarakat dan Pemerintah tentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar